Archive for November, 2009

AIM GOES TO ICCTP SINGAPORE

November 25, 2009

Program ICCTP (Immigration and Checkpoint Competencies Programme) tahun 2009, dilaksanakan oleh Immigration and Checkpoint Authority (ICA) Singapore. Program ini dilaksanakan dari tanggal 26 Oktober sampai dengan 5 November 2009. Peserta pelatihan ini terdiri dari 6 (enam) negara yaitu Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Hongkong dan Australia. Jumlah total peserta yaitu 13 orang dan ditambah dengan 11 orang trainee dari ICA yang juga masih mengikuti pelatihan.

Dalam kesempatan ini, 4 orang taruna Akademi Imigrasi tingkat 2 (Angkatan XII) beserta 1 orang pembina taruna mewakili Imigrasi Indonesia (Direktorat Jenderal Imigrasi) untuk mengikuti pelatihan ini. Selama pelatihan, para peserta diajarkan berbagai macam pengetahuan maupun keterampilan dibidang keimigrasian, bea cukai, intelijen dan lainnya. Tidak hanya pemberian materi didalam kelas saja, para peserta pun diajak untuk meninjau Tempat Pemeriksaan Imigrasi Singapura yang terdiri dari Coastal Command (laut), Tuas Command (darat), Woodland Command (darat untuk penumpang), dan Changi Airport (udara). Disini kami dapat melihat proses dan sistem kerja petugas maupun prosedur untuk keluar masuknya orang maupun barang dari dan kedalam Negara Singapura.

Program pelatihan ini juga mengikutsertakan kami ke Tour of City dimana kami diajak untuk mengunjungi dan menikmati fasilitas Singapore Flyer, Marrina Barrage dan Merlion. Tidak lupa juga kami mengunjungi pusat perbelanjaan terkenal seperti Orchad road, Lucky Plaza dan Mustapha Centre. Sebetulnya masih banyak tempat yang seharusnya bisa dikunjungi, namun karena keterbatasan waktu dan padatnya kegiatan akhirnya belum sempat kami kunjungi seperti Sentosa Island, Bugis Street dan lainnya. Semoga ada kesempatan di lain waktu untuk kembali menjelajahi tempat-tempat yang belum pernah dikunjungi sehingga tidak hanya mendapatkan pelajaran saja melainkan wawasan mengenai negara lain.

Pelatihan ini ditutup oleh Mr. Clarence Yeo selaku Deputy Commisioner dan dilakukan di kantor pusat ICA. Acara pelatihan ditutup dengan diberikannya sertifikat kepada peserta pelatihan dan kata sambutan dari peserta pelatihan yang dalam hal ini disampaikan oleh Rindi Antika, perwakilan dari Indonesia. Ini menjadi salah satu nilai lebih bagi para taruna karena negara-negara lain mempercayakan taruna untuk menyampaikan kata sambutan mewakili seluruh peserta pelatihan. Diharapkan dengan keikutsertaan para taruna didalam pelatihan ini, dapat meningkatkan pengetahuan serta keterampilan dan menambah wawasan dibidang keimigrasian maupun pergaulan internasional.

Advertisements

Kunjungan Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) ke Akademi Imigrasi (AIM)

November 1, 2009

KAMPUS PENGAYOMAN — Dalam kunjungannya pada tanggal 14 Oktober 2009 yang lalu, tim dari Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) yang dipimpin oleh Brigjend Pol DR. Agus Wantoro, M.Si selaku Direktur Akademik beserta 3 orang pejabat lainnya melakukan kunjungan/studi banding ke Akademi Imigrasi. Banyak diskusi yang dilakukan mengenai sistem pendidikan yang ada di Akademi Imigrasi dan juga di PTIK. Hal ini bertujuan karena PTIK sebagai lembaga pertama yang menyelenggarakan pendidikan kepolisian sedang mencoba untuk terus melihat perkembangan ilmu-ilmu sejenis yang monodisipllin seperti Imigrasi yang melaksanakan pendidikan di Akademi Imigrasi, Maritim, Ilmu Administrasi Negara dan berbagai bidang ilmu lainnya.

Dir AIM & Dir Akademik PTIK

Dir AIM & Dir Akademik PTIK

Dalam perkembangannya, saat ini ilmu kepolisian tidak hanya bisa didapatkan dari pendidikan PTIK saja melainkan sudah dipelajari di berbagai universitas umum seperti Universitas Pasundan dan juga Universitas Indonesia yang membuka program studi S2 mengenai kajian kepolisian, program studi D3 kepolisian di Universitas Langlangbuana serta berbagai universitas lainnya. Begitu juga dengan bidang Imigrasi yang saat ini sudah dibuka program studi kajian keimigrasian di Universitas Indonesia. Selain membahas tentang sistem pendidikan yang berupa metode pengajaran, struktur mata kuliah, jumlah SKS dan komposisi dosen serta staf pegawai Akademi Imigrasi, tim PTIK juga banyak memberikan masukan bagi Akademi Imigrasi yang program pendidikannya setara dengan program diploma 3 tetapi memiliki bobot SKS sebanyak 120 SKS yang sudah bisa disetarakan dengan program sarjana.

Semoga dalam perkembangannya, Akademi Imigrasi dan lembaga pendidikan sejenis lainnya dapat menjadi lebih maju didalam pelaksanaan pendidikannya agar dapat menghasilkan output yang dalam hal ini adalah pejabat imigrasi yang berkualitas bagi jajaran imigrasi kedepannya.

Ka BPSDM, Dir AIM & rombongan PTIK

Ka BPSDM, Dir AIM & rombongan PTIK